nuff

Cari laman web

Google

LAMAN UTAMA

WASIAT IMAM ASY SYAFI'I

Pesanan seorg ustaz.. Sebarkan...  Kalau ada orang muslim menyokong orang kafir kerana kononnya orang kafir boleh membangun, maka sampaikanlah pada dia bahawa firaun boleh membangun mesir menjadi negara maju, penduduknya hidup makmur tetapi fir’aun mendustakan Allah, maka Allah hancurkan kaumnya

Kalau ada orang Muslim menyokong orang kafir kerana kononnya orang kafir boleh  membuat negara kita menjadi moden,  maka sampaikanlah pada dia bahawa namrud boleh membangun Messopotamia menjadi negara yang moden, bangunan menjulang ke atas dengan teknologi canggih ketika itu. Hanya namrud mendustakan Allah, maka Allah hancurkan kaumnya.

Kalau ada orang Muslim menyokong orang kafir kerana kononnya orang kafir boleh menjadikan hidup makmur, maka sampaikanlah pada dia bahwa Bangsa saba’ boleh membangun negerinya menjadi negara yang makmur, bebas rasuah tetapi kaum saba’ mendustakan Agama Allah, maka Allah hancurkan mereka..

Percayalah orang yang selalu bersama Allah tidak akan pernah kehilangan apapun, tetapi orang yang kehilangan Allah maka ia akan kehilangan segalanya.

Saya tidak benci dengan orang non muslim atau membiarkan muslim yg korup, tetapi Allah dengan firmanNya melarang saya untuk memilihnya sebagai pemimpin dan teman setia dan mengetepikan ukhuwwah sesama muslim apalagi jika mereka berani mencampuri urusan agama kami.

Saya tidak ingin berdebat dengan Anda yang mendukung mereka, apalagi jika Anda yang orang islam.

Bagaimana saya boleh meyakinkan Anda, sedangkan Firman Allah pun Anda abaikan.

Tanyalah orang-orang soleh.
Mengapa mereka tidak mahu berhibur?
Nescaya mereka akan menjawab.
Bagaimana kami mahu berhibur sedangkan,
Mati itu di belakang kami.
Kubur itu di hadapan kami.
Kiamat itu janjian kami.
Neraka itu memburu kami.
Dan perhentian kami ialah Allah.

افلا تعقلون
tidakkah kamu berfikir...?

WASIAT IMAM ASY SYAFI'I

Imam asy Syafi’i rahimahullah, pernah berwasiat:

“Nanti di akhir zaman akan banyak Ulama’ yang membingungkan umat, sehingga umat bingung untuk membedakan dan memilih yg mana Ulama’ Warosatul Anbiya’ (pewaris nabi) dan yg mana ulama’ suu’ (jahat) yang menyesatkan umat.”

Maka Imam Syafi’i rahimahullah pun melanjutkan:

“Carilah Ulama’ yang paling dibenci oleh orang-orang kafir dan orang munafiq, dan jadikanlah ia sebagai Ulama’ yang membimbingmu, dan jauhilah ulama’ yang dekat dengan orang kafir dan munafiq kerana ia akan menyesatkanmu, menjauhimu dari keredhaan Allah.”

ADUKAN SAJA KESEDIHAN KITA PADA ALLAH, TIDAK PERLU UPDATE STATUS

◎•❀•◎﷽◎•❀•◎

📱 Jujur saja, banyak di antara kita pada hari ini adalah pribadi yang layu. Sedikit saja tertimpa masalah kita segera mengadu, bukan kepada Allah tetapi kepada dunia, kita ingin semua orang tahu bahwa kita tengah tertimpa kesulitan agar mereka menaruh kasihan. Sakit update status, ada masalah update status, sedih update status, dst. Kita ingin dunia tahu bahwa kita tengah sedih dan berduka.

🏷 Padahal, generasi salaf terdahulu bahkan ada yang menderita sakit pada matanya hingga buta sejak lima belas tahun lamanya tapi tidak ada seorang pun yang tahu. Syuraih al-Qadhi rahimahullah, seorang tabi’in mulia, itulah sosok yang kita maksud. Salah seorang dari mereka yang pernah mencicipi nasehat berharga ini bercerita:

🗣 Syuraih berkata kepadaku pada saat aku mengadukan sebagian sesuatu yang membuatku resah karena ulah kawanku. Maka Syuraih memegang tanganku dan menarikku ke pinggir lalu ia berkata:

يَا ابْنَ أَخِيْ، إِيَّاكَ وَالشَّكْوَى لِغَيْرِ اللَّهِ ، فَإِنَّ مَنْ تَشْكُوْ إِلَيْهِ لَا يَخْلُوْ أَنْ يَكُوْنَ صَدِيْقًا أَوْ عَدُوًّا، فَأَمَّا الصَّدِيْقُ فَتُحْزِنُهُ، وَأَمَّا العَدُوُّ فَيَشْمَتُ بِكَ

_“Wahai anak saudaraku, janganlah kamu mengadu kepada selain Allah. Karena sesungguhnya orang yang kamu mengadu kepadanya bisa jadi dia adalah kawanmu atau musuhmu. Kalau kawan, berarti kamu membuatnya sedih dan kalau musuh maka kamu akan ditertawakannya.”_

⏳ Kemudian dia berkata lagi, _“Lihatlah mataku ini – sambil menunjuk ke salah satu matanya -, demi Allah aku tidak bisa melihat seseorang pun dan tidak bisa berjalan dengannya sejak lima belas tahun lalu, akan tetapi aku tidak beritakan kepada siapapun kecuali kamu pada saat ini. Apakah kamu tidak mendengar ucapan seorang hamba shalih:_

قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ

_Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku._ (QS. Yusuf: 86)

_🍁 Maka jadikanlah Allah sebagai tempat pengaduanmu dan tempat kesedihanmu setiap kali musibah menimpamu. Karena Dia adalah Dzat Yang Maha Dermawan dan Yang paling dekat untuk diseru.”_ (Suwar min Hayatit Tabi’in: 119-120)

🌏 Itulah pelajaran berharga dari generasi mulia. Oleh sebab itu, setiap musibah dan permasalahan hidup kita, tidak perlu kita beritakan pada manusia, tidak orang dekat apalagi orang sedunia. Berhentilah menuliskan pengaduan kita di status media sosial yang kita punya, dan kemudian cukupkan diri dengan Allah saja.

*😁Semoga bermanfaat.*

Kasihi Yang Muda Hormati Yang Tua

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا وَيَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَ عَنْ الْمُنْكَرِ

Daripada Ibnu Abbas RA ia berkata; Rasulullah SAW bersabda: "Bukanlah termasuk golongan kami, mereka yang tidak mengasihi anak-anak kecil kami dan tidak pula menghormati orang tua kami, serta tidak menyuruh yang makruf dan melarang yang mungkar." (HR Tirmidzi No: 1844) Status: Hadis Hasan

Pengajaran:

1.  Orang yang tidak mengasihi anak-anak kecil dan menghormati orang tua – mereka tidak mengikuti sunah Rasulullah SAW dan Adab seorang Muslim.

2.  Menghormati orang yang lebih tua daripada kita termasuk sunnah Nabi. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ جِبْرِيلَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَنِي أَنْ أُكَبِّرَ

"Jibril telah menyuruhku untuk mendahulukan orang-orang yang lebih tua" (HR. Ahmad  No:1555)

3.  Keutamaan menghormati orang yang lebih tua termasuk dalam mengagungkan Allah. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ مِنْ إِجْلَالِ اللَّهِ إِكْرَامَ ذِي الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ

"Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah adalah menghormati orang muslim yang sudah tua" (HR Abu Daud No: 4203)

4.  Dahulukan orang yang lebih tua dari kita. Malik bin Mighwal rahimahullah berkata:

كُنْتُ أَمْشِيْ مَعَ طَلْحَةَ بْنِ مُصَرِّفٍ  فَصِرْنَا إِلَى مَضْيَقٍ فَتَقَدَّمَنِيْ ثُمَّ قَالَ لِيْ : لَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ أَنَّكَ أَكْبَرُ مِنِّيِ بِيَوْمٍ مَا تَقَدَّمْتُكَ

"Dahulu aku berjalan bersama Talhah bin Musharrif, sampailah kami ke sebuah jalan sempit, maka beliaupun mendahuluiku, seraya berkata kepadaku: Seandainya aku mengetahui bahawa engkau lebih tua satu hari daripada aku nescaya aku tidak akan mendahuluimu" (Diriwayatkan oleh Al-Khathiib Al Baghdaady dalam Al Jaami' li Akhlaaqi Ar Raawii wa Aadaabi As Saami', no: 249)

5. Menjadi tanggung jawab Muslim untuk mengajak orang lain kepada kebaikan dan melarang kemungkaran berlaku.

Berusahalah kita bersifat RAHMAH dengan  sentiasa beradab dan menyantuni orang yang lebih tua dari kita apatah lagi jika dia pemimpin kita. Hormatilah mereka. Bagi orang  tua, sayangilah orang yang lebih muda dari kita.

Negara Rahmah Ummah Sejahtera menuntut rakyatnya beradab mulia dan bertanggungjawab.

Kenapa kempen Buy Muslim First begitu menakutkan dan begitu kuat impaknya?

Kenapa kempen Buy Muslim First begitu menakutkan dan begitu kuat impaknya?

Rakyat Malaysia ada 30 juta orang. 60% adalah Melayu/Muslim. Itu dah 18 juta.

Kalau sebulan setiap orang berbelanja hanya rm 500 untuk barang dapur, itu dah rm 9 Billion sebulan.

9 BILLION tu banyak oi!
Sekarang nampak tak kenapa semua gelabah teruk, semua gelabah beruk?

Rm 9 BILLION tu boleh melahirkan 9000 JUTAWAN muslim setiap bulan!
Kita bukan TAK KAYA. Kita yang beri kapitalis jadi kaya. Sekarang, kita cuma alihkan arah kekayaan tu kepada sesama Muslim je.

Jangan risau pasal banyak benda kita takde. Sebenarnya, bukan takde, cuma BELUM ADA.
Bila ada demand, maka, akan ada supply.
Bukannya bila ada supply, maka, akan ada demand. Terbalik ni. Salah ni. Khurafat ni. Sesat ni!

Aku bagi contoh.
Pak Abu ada kilang mi. Kilang dia ada kapasiti untuk proses mi 1 tan sehari, tapi, yang terjual cuma 600 kg je sehari. Demand kurang. Maka, dia proses 600kg je la sehari iaitu 60% je dari kapasiti maksimum dia.

Lepas tu, bila buat kempen buy muslim first ni, orang Islam pakat-pakat beli mi Pak Abu. Permintaan dari 600 kg sehari sampai jadi 1.5 tan sehari.

Kilang Pak Abu terpaksa dibesarkan. Mesin ditambah. Pekerja-pekerja ditambah. Van penghantaran ditambah. Kedai-kedai yang jual mi Pak Abu bertambah. Untung yang kedai-kedai ni dapat untung dari jualan mi Pak Abu pun bertambah.

Nampak tak rantaian kesan Buy Muslim First ni?
Kita menolong RAMAI muslim yang lain. Dari pemilik, pekerja, sampai pekedai, dengan hanya beralih satu produk je. Itu baru satu produk. Kalau 1,000 produk?

Kalau rasa bermanfaat, silakan share.
Kalau rasa kedekut, baca sendiri sudah la.

Betulkah Kita Takut Kepada Allah Azza wa Jalla?


Takut kepada Allah merupakan *kewajipan.* Siapa saja yang tidak takut kepada Allah di dunia, kelak dia akan merasa ketakutan pada hari kiamat, sebagaimana hadis qudsi riwayat Ibnu Hibban dalam sahihnya :

وَعِزَّتِي لاَ أَجْمَعُ عَلَى عَبْدِي خَوْفَيْنِ وَأَمْنَيْنِ، إِذَا خَافَنِي فِي الدُّنْيَا أَمَّنْتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَإِذَا أَمِنَنِي فِي الدُّنْيَا أَخَفْتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

_“Demi keagungan-Ku, tidak akan Aku kumpulkan dalam diri hamba-Ku dua ketakutan dan dua keamanan. Jika dia takut kepada-Ku di dunia maka akan Kuberi keamanan di akhirat, dan jika dia merasa aman dari-Ku di dunia, akan Aku buat dia ketakutan di hari kiamat”._

Takut kepada Allah yang hakiki bukan hanya sekadar di bibir saja, tetapi tercermin dalam hati, sikap, perbuatan dan ucapan.

Abu Laits mengutip perkataan Al-Rabî’ bin Khaitsam yang menyatakan: Tanda seorang hamba itu takut kepada Allah Taala nampak dalam 7 perkara:

Pertama, nampak pada lidahnya. Lidahnya akan tercegah dari berdusta, mengumpat dan berbicara berlebihan. Lisannya akan sibuk berzikir, membaca Al-Quran, mahupun mendiskusikan ilmu.

Kedua, dia takut dalam urusan perutnya sehingga dia tidak memasukkan ke dalam perutnya kecuali makanan yang baik dan halal, serta memakan yang halal sekadar keperluannya saja, tidak berlebihan.

Ketiga, dia takut dalam urusan pandangannya. Tidak memandang sesuatu yang haram dilihat, tidak pula melihat dunia dengan pandangan penuh cita-cita. Pandangannya ke dunia hanya digunakan untuk mengambil ‘ibrah dari apa yang terjadi.

Keempat, dia takut dalam urusan tangannya. Tidak menghulurkannya kepada yang haram, hanya hulurkan tangannya untuk ketaatan kepada Allah Taala.

Kelima, dia takut dalam urusan kakinya sehingga dia tidak melangkah dalam maksiat.

Keenam, dia takut dalam urusan hatinya sehingga dia membuang rasa permusuhan, kebencian dan kedengkian kepada saudara seislam, dan memasukkan kedalam hatinya nasihat dan simpati kepada kaum Muslimin.

Ketujuh, dia takut dalam urusan taat kepada Allah sehingga dia menjadikan ketaatannya ikhlas mengharap Allah semata, khawatir terjatuh kepada riak dan nifaq. (Abu Laits al-Samarkandi, Tanbîh Al-Ghâfilîn, Cet. III. (Beirut: Dâr Ibnu Katsir, 2000), hlm. 390-391).[1]

Sungguh, kita tertipu dengan diri sendiri jika kita mengaku takut hanya kepada Allah tetapi masih ringan untuk berdusta, hati masih berat untuk menerima hukum dan ketentuan Allah SWT, mata masih suka untuk melihat aurat yang terbuka, gemerlap dunia masih lebih memukau kita daripada berjuang untuk merealisasikan ketaatan kepada Sang Pencipta.

Tidak kira sama ada kita rakyat jelata ataupun penguasa, menentang syariat Allah, menghalang para pejuanganya serta melemparkan tuduhan-tuduhan dusta kepada mereka merupakan bukti bahawa kita berani memerangi Allah walaupun mulut kita berbuih mengatakan "aku hanya takut kepada Allah." Wallahu Alam.

#TakutKepadaAllah
#Ittaqullah
#TaatDenganHukumSyarak

Ujian Allah SWT

Lelaki yang wajahnya hensem, Allah uji dengan dikelilingi perempuan yang mahu menggodanya.

Perempuan yang mukanya cantik, Allah uji dengan rasa mahu sentiasa kelihatan cantik.

Perempuan yang badannya langsing, Allah uji dengan rasa mahu pakai baju ikut bentuk badan.

Yang ada ilmu, Allah uji dengan rasa mahu acah tahu semua perkara sehingga abaikan pandangan lain.

Yang kuat agama, Allah uji dengan rasa dirinya saja yang betul sampai boleh menghukum orang sesuka hati.

Yang kaya dan banyak harta, Allah uji dengan sifat tamak, kedekut dan tak mahu bersedekah kerana takut hartanya berkurangan sedangkan harta dan kekayaannya itu cuma pinjaman.

Yang susah, Allah uji dengan pelbagai persoalan menafikan kewujudan Allah.

Yang senang, Allah uji dengan rasa ujub, kerana dia rasa dia bijak dapat mengaturkan segalanya.

Yang sakit, Allah uji dengan rasa putus asa dengan hidup sendiri.

Yang banyak masalah, Allah uji dengan rasa banyak mengeluh, sedih dan kecewa berterusan.

Yang sedang berhijrah, Allah uji dengan pelbagai godaan ke arah gaya hidupnya yang dulu.

Yang sudah lama berhijrah, Allah uji dengan rasa kosong dalam hati.

Yang belum berhijrah, Allah uji dengan sifat suka bertangguh dan merasakan mati itu lambat lagi.

Tiada siapa pun akan terlepas dari ujian Allah. Semuanya datang dalam pelbagai bentuk dan waktu yang berbeza-beza. Yang membezakan kita antara satu sama lain di sisi Allah ialah sejauh mana ikhlasnya kita dan kesungguhan kita menjalani hidup berlandaskan syariat.

Ingatlah, Setiap pilihan yang kita pilih adalah ujian

Setiap tindakan yang kita buat adalah ujian

Setiap perkara yang terfikir juga adalah ujian

Setiap pencapaian yang Allah beri juga satu ujian

Setiap pujian juga adalah ujian

Setiap kejian juga adalah ujian.

Kesimpulannya, setiap apa yang Allah benarkan untuk berlaku adalah ujian untuk manusia.

Untuk melihat tahap keimanan seseorang sama ada ujian itu mendekatkan atau menjauhkan kita dari Allah. Letaknya pada diri kita sendiri. Tepuk dada tanya iman.

Alhamdulillah.
Kita semua di UJI Allah.

Membangun dan Mengimarahkan Masjid

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ بَنَى مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُ اللَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

Daripada Umar Ibnul Khatthab RA ia berkata; Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membangunkan masjid yang di dalamnya digunakan untuk berzikir kepada Allah, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di syurga." (Sunan Ibnu Majah No: 727) Status: Hadis Sahih

Pengajaran:

1.  Allah memberikan ganjaran yang besar kepada sesiapa yang membina masjid dengan ikhlas semata-mata untuk digunakan di dalamnya bagi mengingati Allah.

2.  Orang yang membangunkan masjid ini tergolong dari kalangan pemakmur masjid Allah. Rirman Allah:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan solat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah yang termasuk golongan orang-orang yang selalu mendapat petunjuk (dari Allah Ta’ala)” (QS At-Taubah: 18).

3.  Ibnu al-Jauzi dalam Zaadul Masiir (3/408) berkata: yang dimaksudkan dengan memakmurkan dalam ayat di atas ialah mereka yang:

a.  Selalu mendatangi masjid dan beribadat di dalamnya
b.  Membangun masjid dan memperbaikinya.

4.  Masjid perlu dibangunkan fizikal serta rohnya (program dan aktiviti yang mendekatkan seseorang kepada Allah). Orang yang membangunkan masjid akan diberi ganjaran mahligai di syurga.

5.  Perkara pertama yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam peristiwa hijrah adalah membina Masjid. Dimulakan dengan masjid Quba dan diikuti dengan Masjid Madinah. Masjid dijadikan tempat menghimpunkan rakyat, merapatkan ukhuwah, menyampaikan dakwah, mengajarkan al-Quran serta mengurus pemerintahan.

6.  Jangan jadikan masjid seperti *gajah puteh*. Kata Saidina Ali: Akan datang suatu zaman ke atas manusia, tidak kekal di dalam Islam kecuali namanya sahaja dan tidak kekal dalam ajaran al-Quran melainkan tinggal tulisannya sahaja, masjid yang besar dan indah dibangunkan di sana sini tetapi manusia tidak mengambil petunjuk daripadanya.

Marilah sempena Sambutan Hijrah 1441 ini kita mencontohi kejayaan dan kegemilangan Rasulullah SAW membangunkan daulah Islam apabila sampai ke Madinah dengan dimulakan di masjid. Jom ikat diri kita dengan masjid. Mengimarahkan masjid Tanggungjawab Kita.

Liang Kubur Adalah Perjalanan Akhirat

Suatu hari ada seorang yang bertanya kepada Utsman bin Affan Radhiallahu Anhu:

تذكر الجنة والنار ولا تبكي وتبكي من هذا؟

“Tatkala mengingat surga dan neraka engkau tidak menangis, mengapa engkau menangis ketika melihat perkuburan?” Utsman pun menjawab, “Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن القبر أول منازل الآخرة فإن نجا منه فما بعده أيسر منه وإن لم ينج منه فما بعده أشد منه

“Sesungguhnya liang kubur adalah awal perjalanan akhirat. Jika seseorang selamat dari (siksaan)nya maka perjalanan selanjutnya akan lebih mudah. Namun jika ia tidak selamat dari (siksaan)nya maka (siksaan) selanjutnya akan lebih kejam.” (HR. Tirmidzi, beliau berkata, “hasan gharib”).

Stroke

Pada satu ketika dimana Nabi Allah Sulaiman a.s duduk di singgahsananya,
Maka datang satu Angin yang cukup besar, maka bertanya Nabi Allah
Sulaiman``` *siapakah engkau......?.*

```Maka dijawab oleh Angin tersebut :``` *akulah Angin Rihul Ahmar....dan*
*Aku bila memasuki rongga anak Adam, maka lumpuh, keluar darah dari*
*rongga, dan apabila aku memasuki otak anak Adam, maka menjadi gilalah anak Adam.....*

```Maka diperintahkan oleh Nabi Sulaiman a.s supaya membakar angin
tersebut,maka berkatalah Rihul Ahmar kepada Nabi Sulaiman a.s bahwa:```
_Aku kekal sampai hari Kiamat tiba,tiada sesiapa yang dapat membinasakan Aku melainkan *Allah SW T*_.
_Lalu Rihul Ahmar pun menghilang._

```Diriwayatkan cucu``` *Nabi Muhammad SAW* ```terkena Rihul Ahmar
sehingga keluar darah dari rongga hidungnya.```

```Maka datang Malaikat Jibril kepada```
*Nabi SAW*  ```dan bertanya Nabi kepada Jibril.```

```Maka menghilang sebentar,lalu Malaikat Jibril kembali mengajari akan do'a Rihul Ahmar kepada``` *Nabi SAW* ```kemudian
dibaca do'a tersebut kepada cucu nya dan dengan sekejap cucu``` *Rasulullah* ```sembuh serta merta.```

Lalu bersabda *Nabi S AW :* _Bahwa barang siapa membaca do'a stroke/do'a Rihul Ahmar.....walau sekali dalam seumur hidupnya, maka akan dijauhkan dari penyakit_ *_ANGIN AHMAR_* atau
*_STROKE._*

*Do'a menjauhkan terhindar dari angin ahmar dan penyakit kronik :*

اللهم إني أعوذبك من الريح الأحمر والدم الأسود والداء الأكبر

*Allahumma inni a'uzubika minarrihil ahmar, waddamil aswad, waddail akbar....*
_*Artinya :*_
```Ya Allah Tuhanku lindungi aku dari angin merah dan lindungi aku dari darah hitam (stroke) dan dari penyakit berat.```

*Panjangkanlah ke Group Keluarga, Sahabat kita yang tersayang...agar kita semua  terhindar dari STROKE senantiasa dalam balutan sihat dan sejahtera.....!*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...