Kadangkala mungkin tergambar di benak fikiranmu, bahwa engkau telah salah ketika memilih diriku menjadi pasanganmu. Kadang kala ia mengganggu dalam pergaulan sehari-harimu denganku, terkadang ku takut perasaan cintamu berubah menjadi benci, limpahan kasih sayangmu menjelma menjadi kemarahan, dan ketenangan pun berubah menjadi ketegangan.
Suamiku…..
Di saat engkau masih sibuk dengan pekerjaan yang tak kunjung selesai, tak jarang aku kau abaikan. Waktu di rumah pun, kadang ku ikhlaskan demi masa depanmu. Bukankah engkau tahu aku pun butuh perhatian darimu. Terkadang ku cari perhatian itu, namun terlihat salah dipandanganmu. Kalaulah itu terlihat salah, semoga engkau bisa melihat kebaikanku yang lain. Bukankah Allah SWT yang mempertemukan dan menyatukan hati kita berpesan, “Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” [QS: An Nisa' 19]. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan, “Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya) dengan istri-istri mereka.” Jika engkau melihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau, Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai. (HR. Muslim)
Sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahwa hanyalah Alllah yang Maha Sempurna. Tidaklah sepatutnya bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu, sedangkan engkau sendiri tak pernah sekalipun menghitung kekurangan dan kesalahanmu. Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah taat kepadamu.
Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orangtua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmu-lah yang mempesona diriku. Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang, “Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?” Ali r.a. pun menjawab, “Kawinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya.” Ku harap engkaulah laki-laki itu, duhai suamiku.
Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai istri tanpa kekurangan dan kelemahan, sadarlah, sesungguhnya egois telah menguasai dirimu. Perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar terhadapku. Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggungjawab suami terhadap istri, beliaupun menjawab, “Dia memberinya makan ketika ia makan, dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian.” Janganlah engkau keras terhadapku, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap istri-istrinya.
Duhai Suamiku…
Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak? Tahukah engkau pula balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang berlaku baik terhadap istri-istri mereka? Renungkanlah bahwa, “Mereka yang berlaku adil, kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat dari cahaya. Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil terhadap istri-istri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya.” [HR Muslim]. Kudoakan bahwa engkaulah yang kelak salah satu yang menempati singgasana tersebut, dan aku adalah permaisuri di istanamu.
Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putra-putrimu. Bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra-putrinya? Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putra-putri kita dan bertakwa kepada Allah.
Wahai Allah,
Engkau-lah saksi ikatan hati ini…
Aku telah jatuh cinta kepada lelaki pasangan hidup ku,
jadikanlah cinta ku pada suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu,
hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. Jika ia rindu,
jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku,
jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-Mu.
Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-Mu,
ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-Mu.
Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
Amin ya rabbal alamin.
Mei 28, 2008 - Ditulis oleh sigit setiawan | Cerita Islam | istri, solekha, suami | & Komentar
nuff
Cari laman web
Sabar / ilmu
Sabar
Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR.
Teman yang paling akrab adalah AMAL.
Pengawal peribadi yang paling waspada adalah DIAM.
Bahasa yang paling manis adalah SENYUM.
Dan ibadah yang paling indah tentunya KHUSYUK.
April 16, 2007 Ditulis oleh sigit setiawan | Kata-kata Mutiara | | & Komentar
ilmu
Pelajarilah Ilmu, karena mempelajarinya karena Allah adalah khasyah, Menuntutnya adalah ibadah, mempelajarinya adalah Tasbih, mencarinya adalah Jihad, Mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahui adalah Shadaqah, menyerahkan kepada ahlinya adalah Taqarrub. Ilmu adalah teman dekat dalam kesendirian dan sahabat dalam kesunyian.
– Muadz bin Jabal Radhiyyallahu anhu
April 5, 2007 Ditulis oleh sigit setiawan | Kata-kata Mutiara | | & Komentar
Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR.
Teman yang paling akrab adalah AMAL.
Pengawal peribadi yang paling waspada adalah DIAM.
Bahasa yang paling manis adalah SENYUM.
Dan ibadah yang paling indah tentunya KHUSYUK.
April 16, 2007 Ditulis oleh sigit setiawan | Kata-kata Mutiara | | & Komentar
ilmu
Pelajarilah Ilmu, karena mempelajarinya karena Allah adalah khasyah, Menuntutnya adalah ibadah, mempelajarinya adalah Tasbih, mencarinya adalah Jihad, Mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahui adalah Shadaqah, menyerahkan kepada ahlinya adalah Taqarrub. Ilmu adalah teman dekat dalam kesendirian dan sahabat dalam kesunyian.
– Muadz bin Jabal Radhiyyallahu anhu
April 5, 2007 Ditulis oleh sigit setiawan | Kata-kata Mutiara | | & Komentar
Duhai Suamiku…
Kadangkala mungkin tergambar di benak fikiranmu, bahwa engkau telah salah ketika memilih diriku menjadi pasanganmu. Kadang kala ia mengganggu dalam pergaulan sehari-harimu denganku, terkadang ku takut perasaan cintamu berubah menjadi benci, limpahan kasih sayangmu menjelma menjadi kemarahan, dan ketenangan pun berubah menjadi ketegangan.
Suamiku…..
Di saat engkau masih sibuk dengan pekerjaan yang tak kunjung selesai, tak jarang aku kau abaikan. Waktu di rumah pun, kadang ku ikhlaskan demi masa depanmu. Bukankah engkau tahu aku pun butuh perhatian darimu. Terkadang ku cari perhatian itu, namun terlihat salah dipandanganmu. Kalaulah itu terlihat salah, semoga engkau bisa melihat kebaikanku yang lain. Bukankah Allah SWT yang mempertemukan dan menyatukan hati kita berpesan, “Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” [QS: An Nisa' 19]. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan, “Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya) dengan istri-istri mereka.” Jika engkau melihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau, Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai. (HR. Muslim)
Sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahwa hanyalah Alllah yang Maha Sempurna. Tidaklah sepatutnya bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu, sedangkan engkau sendiri tak pernah sekalipun menghitung kekurangan dan kesalahanmu. Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah taat kepadamu.
Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orangtua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmu-lah yang mempesona diriku. Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang, “Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?” Ali r.a. pun menjawab, “Kawinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya.” Ku harap engkaulah laki-laki itu, duhai suamiku.
Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai istri tanpa kekurangan dan kelemahan, sadarlah, sesungguhnya egois telah menguasai dirimu. Perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar terhadapku. Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggungjawab suami terhadap istri, beliaupun menjawab, “Dia memberinya makan ketika ia makan, dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian.” Janganlah engkau keras terhadapku, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap istri-istrinya.
Duhai Suamiku…
Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak? Tahukah engkau pula balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang berlaku baik terhadap istri-istri mereka? Renungkanlah bahwa, “Mereka yang berlaku adil, kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat dari cahaya. Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil terhadap istri-istri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya.” [HR Muslim]. Kudoakan bahwa engkaulah yang kelak salah satu yang menempati singgasana tersebut, dan aku adalah permaisuri di istanamu.
Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putra-putrimu. Bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra-putrinya? Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putra-putri kita dan bertakwa kepada Allah.
Wahai Allah,
Engkau-lah saksi ikatan hati ini…
Aku telah jatuh cinta kepada lelaki pasangan hidup ku,
jadikanlah cinta ku pada suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu,
hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. Jika ia rindu,
jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku,
jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-Mu.
Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-Mu,
ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-Mu.
Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
Amin ya rabbal alamin.
Mei 28, 2008 Ditulis oleh sigit setiawan | Cerita Islam | istri, solekha, suami | & Komentar
Suamiku…..
Di saat engkau masih sibuk dengan pekerjaan yang tak kunjung selesai, tak jarang aku kau abaikan. Waktu di rumah pun, kadang ku ikhlaskan demi masa depanmu. Bukankah engkau tahu aku pun butuh perhatian darimu. Terkadang ku cari perhatian itu, namun terlihat salah dipandanganmu. Kalaulah itu terlihat salah, semoga engkau bisa melihat kebaikanku yang lain. Bukankah Allah SWT yang mempertemukan dan menyatukan hati kita berpesan, “Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” [QS: An Nisa' 19]. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan, “Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya) dengan istri-istri mereka.” Jika engkau melihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau, Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai. (HR. Muslim)
Sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahwa hanyalah Alllah yang Maha Sempurna. Tidaklah sepatutnya bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu, sedangkan engkau sendiri tak pernah sekalipun menghitung kekurangan dan kesalahanmu. Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah taat kepadamu.
Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orangtua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmu-lah yang mempesona diriku. Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang, “Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?” Ali r.a. pun menjawab, “Kawinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya.” Ku harap engkaulah laki-laki itu, duhai suamiku.
Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai istri tanpa kekurangan dan kelemahan, sadarlah, sesungguhnya egois telah menguasai dirimu. Perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar terhadapku. Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggungjawab suami terhadap istri, beliaupun menjawab, “Dia memberinya makan ketika ia makan, dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian.” Janganlah engkau keras terhadapku, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap istri-istrinya.
Duhai Suamiku…
Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak? Tahukah engkau pula balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang berlaku baik terhadap istri-istri mereka? Renungkanlah bahwa, “Mereka yang berlaku adil, kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat dari cahaya. Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil terhadap istri-istri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya.” [HR Muslim]. Kudoakan bahwa engkaulah yang kelak salah satu yang menempati singgasana tersebut, dan aku adalah permaisuri di istanamu.
Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putra-putrimu. Bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra-putrinya? Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putra-putri kita dan bertakwa kepada Allah.
Wahai Allah,
Engkau-lah saksi ikatan hati ini…
Aku telah jatuh cinta kepada lelaki pasangan hidup ku,
jadikanlah cinta ku pada suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu,
hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. Jika ia rindu,
jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku,
jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-Mu.
Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-Mu,
ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-Mu.
Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
Amin ya rabbal alamin.
Mei 28, 2008 Ditulis oleh sigit setiawan | Cerita Islam | istri, solekha, suami | & Komentar
Kisah Tsabit Bin Ibrahim
Seorang lelaki yang saleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat sebuah apel jatuh ke luar pagar sebuah kebun buah-buahan. Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah terbitlah air liur Tsabit, terlebih-lebih di hari yang sangat panas dan di tengah rasa lapar dan haus yang mendera. Maka tanpa berpikir panjang dipungut dan dimakannyalah buah apel yang terlihat sangat lezat itu. Akan tetapi baru setengahnya di makan dia teringat bahwa buah apel itu bukan miliknya dan dia belum mendapat ijin pemiliknya.
Maka ia segera pergi ke dalam kebun buah-buahan itu dengan maksud hendak menemui pemiliknya agar menghalalkan buah apel yang telah terlanjur dimakannya.
Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki. Maka langsung saja ia berkata, “Aku sudah memakan setengah dari buah apel ini. Aku berharap Anda menghalalkannya”. Orang itu menjawab, “Aku bukan pemilik kebun ini. Aku hanya khadamnya yang ditugaskan merawat dan mengurusi kebunnya”. Dengan nada menyesal Tsabit bertanya lagi, “Dimana rumah pemiliknya? Aku akan menemuinya dan minta agar dihalalkan apel yang telah kumakan ini.” Pengurus kebun itu memberitahukan, “Apabila engkau ingin pergi kesana maka engkau harus menempuh perjalanan sehari semalam”. Tsabit bin Ibrahim bertekad akan pergi menemui si pemilik kebun itu. Katanya kepada orangtua itu, “Tidak mengapa. Aku akan tetap pergi menemuinya, meskipun rumahnya jauh. Aku telah memakan apel yang tidak halal bagiku karena tanpa seijin pemiliknya. Bukankah Rasulullah Saw sudah memperingatkan kita lewat sabdanya : “Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka.”
Tsabit pergi juga ke rumah pemilik kebun itu, dan setiba disana dia langsung mengetuk pintu. Setelah si pemilik rumah membukakan pintu, Tsabit langsung memberi salam dengan sopan, seraya berkata, “Wahai tuan yang pemurah, saya sudah terlanjur makan setengah dari buah apel tuan yang jatuh ke luar kebun tuan. Karena itu sudikah tuan menghalalkan apa yang sudah kumakan itu ?” Lelaki tua yang ada di hadapan Tsabit mengamatinya dengan cermat. Lalu dia berkata tiba-tiba, “Tidak, aku tidak bisa menghalalkannya kecuali dengan satu syarat.” Tsabit merasa khawatir dengan syarat itu karena takut ia tidak bisa memenuhinya. Maka segera ia bertanya, “Apa syarat itu tuan?” Orang itu menjawab, “Engkau harus mengawini putriku !” Tsabit bin Ibrahim tidak memahami apa maksud dan tujuan lelaki itu, maka dia berkata, “Apakah karena hanya aku makan setengah buah apelmu yang jatuh ke luar dari kebunmu, aku harus mengawini putrimu ?” Tetapi pemilik kebun itu tidak menggubris pertanyaan Tsabit. Ia malah menambahkan, katanya, “Sebelum pernikahan dimulai engkau harus tahu dulu kekurangan-kekurangan putriku itu. Dia seorang yang buta, bisu, dan tuli. Lebih dari itu ia juga seorang gadis yang lumpuh !” Tsabit amat terkejut dengan keterangan si pemilik kebun. Dia berpikir dalam hatinya, apakah perempuan semacam itu patut dia persunting sebagai isteri gara-gara ia memakan setengah buah apel yang tidak dihalalkan kepadanya? Kemudian pemilik kebun itu menyatakan lagi, “Selain syarat itu aku tidak bisa menghalalkan apa yang telah kau makan !” Namun Tsabit kemudian menjawab dengan mantap, “Aku akan menerima pinangannya dan perkawinannya. Aku telah bertekad akan mengadakan transaksi dengan Allah Rabbul ‘Alamin. Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban-kewajiban dan hak-hakku kepadanya karena aku amat berharap Allah selalu meridhaiku dan mudah-mudahan aku dapat meningkatkan kebaikan-kebaikanku di sisi Allah Ta’ala”.
Maka pernikahanpun dilaksanakan. Pemilik kebun itu menghadirkan dua saksi yang akan menyaksikan akad nikah mereka. Sesudah perkawinan usai, Tsabit dipersilahkan masuk menemui istrinya. Sewaktu Tsabit hendak masuk kamar pengantin, dia berpikir akan tetap mengucapkan salam walaupun istrinya tuli dan bisu, karena bukankah malaikat Allah yang berkeliaran dalam rumahnya tentu tidak tuli dan bisu juga. Maka iapun mengucapkan salam, “Assalamu’alaikum….” Tak dinyana sama sekali wanita yang ada dihadapannya dan kini resmi menjadi istrinya itu menjawab salamnya dengan baik. Ketika Tsabit masuk hendak menghampiri wanita itu, dia mengulurkan tangan untuk menyambut tangannya. Sekali lagi Tsabit terkejut karena wanita yang kini menjadi istrinya itu menyambut uluran tangannya. Tsabit sempat terhentak menyaksikan kenyataan ini. “Kata ayahnya dia wanita tuli dan bisu tetapi ternyata dia menyambut salamnya dengan baik. Jika demikian berarti wanita yang ada di hadapanku ini dapat mendengar dan tidak bisu. Ayahnya juga mengatakan bahwa dia buta dan lumpuh tetapi ternyata dia menyambut kedatanganku dengan ramah dan mengulurkan tangan dengan mesra pula”, kata Tsabit dalam hatinya. Tsabit berpikir mengapa ayahnya menyampaikan berita-berita yang bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya ? Setelah Tsabit duduk disamping istrinya, dia bertanya, “Ayahmu mengatakan kepadaku bahwa engkau buta. Mengapa ?” Wanita itu kemudian berkata, “Ayahku benar, karena aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Allah”. Tsabit bertanya lagi, “Ayahmu juga mengatakan bahwa engkau tuli. Mengapa?” Wanita itu menjawab, “Ayahku benar, karena aku tidak pernah mau mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat ridha Allah. Ayahku juga mengatakan kepadamu bahwa aku bisu dan lumpuh, bukan?” tanya wanita itu kepada Tsabit yang kini sah menjadi suaminya. Tsabit mengangguk perlahan mengiyakan pertanyaan istrinya. Selanjutnya wanita itu berkata, “aku dikatakan bisu karena dalam banyak hal aku hanya mengunakan lidahku untuk menyebut asma Allah Ta’ala saja. Aku juga dikatakan lumpuh karena kakiku tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang bisa menimbulkan kegusaran Allah Ta’ala”.
Tsabit amat bahagia mendapatkan istri yang ternyata amat saleh dan wanita yang akan memelihara dirinya dan melindungi hak-haknya sebagai suami dengan baik. Dengan bangga ia berkata tentang istrinya, “Ketika kulihat wajahnya……Subhanallah, dia bagaikan bulan purnama di malam yang gelap”.
Tsabit dan istrinya yang salihah dan cantik rupawan itu hidup rukun dan berbahagia. Tidak lama kemudian mereka dikaruniai seorang putra yang ilmunya memancarkan hikmah ke penjuru dunia. Itulah Al Imam Abu Hanifah An Nu’man bin Tsabit
Maka ia segera pergi ke dalam kebun buah-buahan itu dengan maksud hendak menemui pemiliknya agar menghalalkan buah apel yang telah terlanjur dimakannya.
Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki. Maka langsung saja ia berkata, “Aku sudah memakan setengah dari buah apel ini. Aku berharap Anda menghalalkannya”. Orang itu menjawab, “Aku bukan pemilik kebun ini. Aku hanya khadamnya yang ditugaskan merawat dan mengurusi kebunnya”. Dengan nada menyesal Tsabit bertanya lagi, “Dimana rumah pemiliknya? Aku akan menemuinya dan minta agar dihalalkan apel yang telah kumakan ini.” Pengurus kebun itu memberitahukan, “Apabila engkau ingin pergi kesana maka engkau harus menempuh perjalanan sehari semalam”. Tsabit bin Ibrahim bertekad akan pergi menemui si pemilik kebun itu. Katanya kepada orangtua itu, “Tidak mengapa. Aku akan tetap pergi menemuinya, meskipun rumahnya jauh. Aku telah memakan apel yang tidak halal bagiku karena tanpa seijin pemiliknya. Bukankah Rasulullah Saw sudah memperingatkan kita lewat sabdanya : “Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka.”
Tsabit pergi juga ke rumah pemilik kebun itu, dan setiba disana dia langsung mengetuk pintu. Setelah si pemilik rumah membukakan pintu, Tsabit langsung memberi salam dengan sopan, seraya berkata, “Wahai tuan yang pemurah, saya sudah terlanjur makan setengah dari buah apel tuan yang jatuh ke luar kebun tuan. Karena itu sudikah tuan menghalalkan apa yang sudah kumakan itu ?” Lelaki tua yang ada di hadapan Tsabit mengamatinya dengan cermat. Lalu dia berkata tiba-tiba, “Tidak, aku tidak bisa menghalalkannya kecuali dengan satu syarat.” Tsabit merasa khawatir dengan syarat itu karena takut ia tidak bisa memenuhinya. Maka segera ia bertanya, “Apa syarat itu tuan?” Orang itu menjawab, “Engkau harus mengawini putriku !” Tsabit bin Ibrahim tidak memahami apa maksud dan tujuan lelaki itu, maka dia berkata, “Apakah karena hanya aku makan setengah buah apelmu yang jatuh ke luar dari kebunmu, aku harus mengawini putrimu ?” Tetapi pemilik kebun itu tidak menggubris pertanyaan Tsabit. Ia malah menambahkan, katanya, “Sebelum pernikahan dimulai engkau harus tahu dulu kekurangan-kekurangan putriku itu. Dia seorang yang buta, bisu, dan tuli. Lebih dari itu ia juga seorang gadis yang lumpuh !” Tsabit amat terkejut dengan keterangan si pemilik kebun. Dia berpikir dalam hatinya, apakah perempuan semacam itu patut dia persunting sebagai isteri gara-gara ia memakan setengah buah apel yang tidak dihalalkan kepadanya? Kemudian pemilik kebun itu menyatakan lagi, “Selain syarat itu aku tidak bisa menghalalkan apa yang telah kau makan !” Namun Tsabit kemudian menjawab dengan mantap, “Aku akan menerima pinangannya dan perkawinannya. Aku telah bertekad akan mengadakan transaksi dengan Allah Rabbul ‘Alamin. Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban-kewajiban dan hak-hakku kepadanya karena aku amat berharap Allah selalu meridhaiku dan mudah-mudahan aku dapat meningkatkan kebaikan-kebaikanku di sisi Allah Ta’ala”.
Maka pernikahanpun dilaksanakan. Pemilik kebun itu menghadirkan dua saksi yang akan menyaksikan akad nikah mereka. Sesudah perkawinan usai, Tsabit dipersilahkan masuk menemui istrinya. Sewaktu Tsabit hendak masuk kamar pengantin, dia berpikir akan tetap mengucapkan salam walaupun istrinya tuli dan bisu, karena bukankah malaikat Allah yang berkeliaran dalam rumahnya tentu tidak tuli dan bisu juga. Maka iapun mengucapkan salam, “Assalamu’alaikum….” Tak dinyana sama sekali wanita yang ada dihadapannya dan kini resmi menjadi istrinya itu menjawab salamnya dengan baik. Ketika Tsabit masuk hendak menghampiri wanita itu, dia mengulurkan tangan untuk menyambut tangannya. Sekali lagi Tsabit terkejut karena wanita yang kini menjadi istrinya itu menyambut uluran tangannya. Tsabit sempat terhentak menyaksikan kenyataan ini. “Kata ayahnya dia wanita tuli dan bisu tetapi ternyata dia menyambut salamnya dengan baik. Jika demikian berarti wanita yang ada di hadapanku ini dapat mendengar dan tidak bisu. Ayahnya juga mengatakan bahwa dia buta dan lumpuh tetapi ternyata dia menyambut kedatanganku dengan ramah dan mengulurkan tangan dengan mesra pula”, kata Tsabit dalam hatinya. Tsabit berpikir mengapa ayahnya menyampaikan berita-berita yang bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya ? Setelah Tsabit duduk disamping istrinya, dia bertanya, “Ayahmu mengatakan kepadaku bahwa engkau buta. Mengapa ?” Wanita itu kemudian berkata, “Ayahku benar, karena aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Allah”. Tsabit bertanya lagi, “Ayahmu juga mengatakan bahwa engkau tuli. Mengapa?” Wanita itu menjawab, “Ayahku benar, karena aku tidak pernah mau mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat ridha Allah. Ayahku juga mengatakan kepadamu bahwa aku bisu dan lumpuh, bukan?” tanya wanita itu kepada Tsabit yang kini sah menjadi suaminya. Tsabit mengangguk perlahan mengiyakan pertanyaan istrinya. Selanjutnya wanita itu berkata, “aku dikatakan bisu karena dalam banyak hal aku hanya mengunakan lidahku untuk menyebut asma Allah Ta’ala saja. Aku juga dikatakan lumpuh karena kakiku tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang bisa menimbulkan kegusaran Allah Ta’ala”.
Tsabit amat bahagia mendapatkan istri yang ternyata amat saleh dan wanita yang akan memelihara dirinya dan melindungi hak-haknya sebagai suami dengan baik. Dengan bangga ia berkata tentang istrinya, “Ketika kulihat wajahnya……Subhanallah, dia bagaikan bulan purnama di malam yang gelap”.
Tsabit dan istrinya yang salihah dan cantik rupawan itu hidup rukun dan berbahagia. Tidak lama kemudian mereka dikaruniai seorang putra yang ilmunya memancarkan hikmah ke penjuru dunia. Itulah Al Imam Abu Hanifah An Nu’man bin Tsabit
DragonBall Evolution
Dragonball Evolution
http://rapidshare.com/files/210051095/Dragonbal.Evolution.2009.CAM.XviD.READNFO-WhoCares.part1.rar
http://rapidshare.com/files/210051351/Dragonbal.Evolution.2009.CAM.XviD.READNFO-WhoCares.part2.rar
http://rapidshare.com/files/210051983/Dragonbal.Evolution.2009.CAM.XviD.READNFO-WhoCares.part3.rar
http://rapidshare.com/files/210052180/Dragonbal.Evolution.2009.CAM.XviD.READNFO-WhoCares.part4.rar
http://rapidshare.com/files/210052432/Dragonbal.Evolution.2009.CAM.XviD.READNFO-WhoCares.part5.rar
http://rapidshare.com/files/210052666/Dragonbal.Evolution.2009.CAM.XviD.READNFO-WhoCares.part6.rar
http://rapidshare.com/files/210052855/Dragonbal.Evolution.2009.CAM.XviD.READNFO-WhoCares.part7.rar
http://rapidshare.com/files/210051095/Dragonbal.Evolution.2009.CAM.XviD.READNFO-WhoCares.part1.rar
http://rapidshare.com/files/210051351/Dragonbal.Evolution.2009.CAM.XviD.READNFO-WhoCares.part2.rar
http://rapidshare.com/files/210051983/Dragonbal.Evolution.2009.CAM.XviD.READNFO-WhoCares.part3.rar
http://rapidshare.com/files/210052180/Dragonbal.Evolution.2009.CAM.XviD.READNFO-WhoCares.part4.rar
http://rapidshare.com/files/210052432/Dragonbal.Evolution.2009.CAM.XviD.READNFO-WhoCares.part5.rar
http://rapidshare.com/files/210052666/Dragonbal.Evolution.2009.CAM.XviD.READNFO-WhoCares.part6.rar
http://rapidshare.com/files/210052855/Dragonbal.Evolution.2009.CAM.XviD.READNFO-WhoCares.part7.rar
Yang Maha....... dimilikiNya
Segala pujian bagi Allah nan Maha Esa
Yang Maha Meliputi semesta semua
Yang liputanNya menyangkal bicara
Dan Yang bagiNya tiada suatu pun tara
Maha suci dan Maha murni
Tiada terkitaka mahu pun terisi
Tiada tercurai sebarang peri
Tiada tercapai sebarang budi
Tuhan sarwa alam berganda
Yang mengembang hebat di angkasa
Terpamer indah terjelma nyata
Dan yang terbunyi sunyi dalam rahsia
Yang empunya arash yang Maha Tinggi
Pemilik kuasa yang Maha Kawi
Yang berbuat sekehendak diri
Akan segala sesuatu yang Maha Mengetahui
Yang menjadikan kejadian semesta
Mengandakanya daripada hal tiada
Dengan hanya titah sepatah kata
kemudian memulangkanya kepada asalnya
Yang memperlihatkan di alam tabii
Aneka tandaNya terlalu seni
Dari ufuk berganda ke diri insani
Menyatakan wajahNya Yang Maha 'Ali
meskipun luhurNya jauh terala
Dari segala cita dan rasa dan indera
Namun hampirNya begitu mesra
Lebih akrab dari aku dan kita
Syed Muhammad Naquib Al-Attas
Yang Maha Meliputi semesta semua
Yang liputanNya menyangkal bicara
Dan Yang bagiNya tiada suatu pun tara
Maha suci dan Maha murni
Tiada terkitaka mahu pun terisi
Tiada tercurai sebarang peri
Tiada tercapai sebarang budi
Tuhan sarwa alam berganda
Yang mengembang hebat di angkasa
Terpamer indah terjelma nyata
Dan yang terbunyi sunyi dalam rahsia
Yang empunya arash yang Maha Tinggi
Pemilik kuasa yang Maha Kawi
Yang berbuat sekehendak diri
Akan segala sesuatu yang Maha Mengetahui
Yang menjadikan kejadian semesta
Mengandakanya daripada hal tiada
Dengan hanya titah sepatah kata
kemudian memulangkanya kepada asalnya
Yang memperlihatkan di alam tabii
Aneka tandaNya terlalu seni
Dari ufuk berganda ke diri insani
Menyatakan wajahNya Yang Maha 'Ali
meskipun luhurNya jauh terala
Dari segala cita dan rasa dan indera
Namun hampirNya begitu mesra
Lebih akrab dari aku dan kita
Syed Muhammad Naquib Al-Attas
PROSES SEKULARISASI ILMU
Type your summary hereSepanjang zaman Pertengahan di Eropah, yang dikatakan bermula dengan kejatuhan Rom Barat pada tahun 476 M, hingga kejatuhan Kostentinapel pada tahun 1453 di tangan Turki Uthmaniayah, dunia Barat mengalami zaman kegelapan (Dark Ages) dalam segenap segi, baik dari segi fizikal mahupun dari segi mentalnya. Namun di celah-celah kegelapan dan kemunduran Eropah inilah bermulanya domonasi orsng-orang Yahudi dalam kegiatan ekonomi terutamanya sebagai pemiutang (money-lenders) dan peniaga hamba abdi. Memang orang-ornag Yuhudi sudah banyak menimbulkan masalah sejak kebangkitan Kristian pada zaman Rom lagi, tetapi baru zaman pertengahan inilah kegiatan mereka baru meluas.
Dalam suasana serba mundur inilah dunia Eropah mengadakan perhubungan ilmiah dengan dunia Islam, yang ketika itu sedang dalam zaman keagungannya. Melalui perhubungan baik secara aman mahupun secara peperangan, iaitu melalui Perang Salib (1095-1291), hasilnya dunia barat mual membuka mata, setelah tidur sekian lama. Kebangkitan Barat melalui proses yang cukup panjang dan berliku-liku. Namun arah perkembangannya tetap satu, iaitu suatu proses sekularisasi ilmu dan kehidupan, yang didalangi oleh kaum Yahudi dengan menggunakan pelbagai cara dan tipu muslihat. Sebenarnya pada awal Perang Salib inilah, iaitu pada tahun 1099 tertubuhnya gerakan Yahudi pertama, The Priory of Sion yang antara anggota-anggotanya ialah tokoh Rainasanse sendiri.
Pada peringkat awalnya kebangkitan Barat muncul melalui gerakan Ranaisans di Itali pada abad ke-15. gerakan pemulihan semula klasik Greek-Rumawi ini didokong oleh tokoh-tokoh yang bersemangat humanisme Kristian. Tetapi dalang sebenar dibelakangnya ialah gerakan Yahudi, The Priory of Sion yang antara tokoh utamanya ialah Leonardo da Vinci. Gerakan Ranaisans diikuti oleh gerakan Refomasi pada abad ke-16 yang melahirkan mazhab Protestan. Gerakan ini bukan sahaja dipimpin oleh tokoh-tokoh Yahudi seperti Martin Luther (1483-1546) dan John Calvin (1509-1564) bahkan di dokong oleh putera-putera raja di Benua Eropah.
Jika di suatu pihak proses sekularisasi ilmu dan kehidupan bergerak secara sederhana melalui gerakan Renaisans dan Reformasi, maka di pihak lain ia berjalan secara redikal melalui revolusi yang juga didalangi oleh golongan Yahudi. Yang terpenting sekali ialah Revolusi Sains yang berlangsung antara tahun 1500-1700, yang dirangcang dan dilaksanakan oleh puak Yahudi baik secara individu mahupun secara organisasi. Tokoh-tokoh yang menonjol dalam Revolusi Sains ini cukup banyak.cuma yang disebut di sini merupakan tokoh-tokoh utama yang ada hubungan keahlian dengan gerakan Yahudi baik secara langsung mahupun tidak langsung.
1. Copernicus (1473-1543) seorang ahli astronomi Poland, kemasyhurannya ialah pada gugatannya terhadap teori geosentrik oleh Aristotle dan Ptolemy, iaitu bumi sebagai pusat alam (earth-centred cosmos) di mana benda-benda langit semuanya berputar mengelilinginya. Tetapi bagi Conpernicus yang menyarankan teori heliosentrik, mataharilah yang sebenarnya pusat alam (sun-centred cosmos) iaitu bumilah yang berputar mengelilingi matahari.
2. Galileo Galilie (1546-1642) seorang profesor matematik dan astronomi Itali. Galileo telah berjaya menggugat teori kosmologi Aristotle yang menjadi pegangan gereja. Bagi gereja, teori bahawa bumi sentiasa bergerak adalah bertentangan dengan teori kestabilan bumi, yakni bumi yang tetap dan tidak bergerak seperti ajaran Bible. Galileo juaga berjaya membuktikan bahawa permukaan bulan dan matahari tidaklah seindah dan selicin seperti ajaran gereja,sebaliknya berbukit bukau dan bergunung ganang seperti juga permukaan bumi.
3. Francis Bacon (1561-1626) seorang tokoh falsafah. Mengenai Bacon, perbahasan tentangnya tidak dapat tidak harus dikaitkan dengan falsafah politik Plato dalam bukunya, Republik tentang konsep negara utama. Dalam karyanya The New Atlantis Bacon mengkhayalkan sebuah pulau impian yang ideal. Bacon lebih menekankan kemajuan sains sebagai ciri tamadun yang sebenar, iaitu melalui rekaan-rekaan baru, teknik-teknik saintifik, penemuan sebab-sebab penyakit dan pengubatannya untuk melanjukkan usia.
4. Renes Descartes (1596-1650), beliau dianggap sebagai pengasas falsafah Barat moden, dan tokoh rasionalis besar yang menggunakan kaedah matematik dan geometri analitik dalam analisisnya terhadap semua disiplin ilmu. Kemasyhurannya ialah pada falsafah sangsinya (Cartesian doubt) yakni bersikap ragu-ragu terhadap kewujudan semula sesuatu hingga kepada kewujudan diri sendiri. Hanya satu perkara sahaja yang tidak diragui, iaitu fakta bahawa dia sedang ragu-ragu dalam fikiranya.
5. Isaac Newton (1642-1727) merupakan seorang pakar optik dan matematik juga masyhur sebagai seorang ahli falsafah makanikal. Dalam bidang optik, beliau menemui sifat cahaya putih yang ada dalam pelangi itu sebenarnya merupakan gabungan tujuh warna sinar. Dalam bidang matematik sumbangannya yang utama ialah penciptaan kalkulus integral. Dan terutama sekali dalam bidang mekanik, namanya cukup terkenal sebagai penemu hukum graviti alam atau daya tarikan bumi dan planet-planet lain di alam semesta. Hasil daripada sumbangannya itu menjadikan bidang sains yang sebelumnya tidak tersusun lalu terbentuk sebagai suatu sistem hukum kesatuan (Unified system of laws) yang membolehkan kita membuat ramalan-ramalan sains yang tepat.
Seperti yang dinyatakan sebelumnya, disamping peranan secara individu proses sekularisasi yang dirancangkan oleh golongan Yahudi juga dijalankan melalui organisasi. Antara organisasi-organisasi yang terpenting sekali ialah The Rosicrucian (Rosy Cross), the Royal Society of London, Freemason,dan Illumunati. Mengenai kumpulan The Rosicrucian, ia berasaskan pemikiran esoterik Kristian Rosenkreutz lahir 1378 dan karya-krya seorang pengikut Martin Luther dari Jerman iaitu John Valentin Andreas (1589-1647). Kumpulan Rosy Cross (Order of The Rosy Cross) ini sebenarnya bergerak secara rahsia sebagai "Invisible College".oleh kerana hubungannya yang rapat dengan golongan Protestan lalu mereka diusir oleh kerajaan Jerman, dan dari situ mereka melarikan diri ke England. Di England inilah kumpulan Roscrucian, sejak tahun 1620an, bergerak secara rasmi walaupun masih sebagai Invisible College. Antara anggotanya yang terkenal ialah Francis Bacon dan Isaac Newton. Hasil daripada impian Francis Bacon dalam bukunya, The New Atlantis tersebut lalu tahun 1661 kolej rahsia Rosicrucian muncul dialam nyata dengan menggunakan nama The Royal Society of London di bawah naungan Raja Charles 11 (1660-1685). Isaac Newton menyertainya pada tahun 1703 sebagai fellow dan seterusnya sebagai presiden hingga meninggal dunia pada tahun 1727.
Mengenai kumpulan Freemanson pula , ia ditubuhkan secara rasmi di England pada tahun 1717, iaitu dengan tertubuhnya Grand Lodge yang pertama di London pada tahun tersebut. Sedangkan kumpulan Illuminati diasaskan oleh Adam Weishaupt (1748-1830) pada 1 Mei 1776.seorang tokoh besarnya ialah Albert Pike (1809-1891), seorang jeneral Amerika. Di smping kumpulan-kumpulan awal tersebut, pada tahun1884 kaum Yahudi menubuhkan gerakan Zionis yang diasaskan oleh Simha Binker dari Rusia.
Dengan tertubuhnya organisasi-organisasi Yahudi tersebut maka proses sekularisasi di Eropah menjadi lebih tersusun dan menyeluruh. Jika di satu pihak gerakan Yahudi bersifat elitisme dengan menumpukan perhatian terhadap persoalan ilmu dan sains, maka di pihak lain ia lebih meluas kepada persoalan ekonomi dan politik. Melalui kegiatan ekonomi misalnya mereka membantu menyemarakan Revolusi Industri (1760-1850) melalui peranan mereka sebagai pemodal, peminjam wang dan ahli-ahli perniagaan. Bagaimana yang lebih penting ialah peranan Yahudi dalam mencetuskan revolusi-revolusi politik di Eropah pada abad-abad ke 17, 18, 19 dan 20.
Demikianlah kita menyaksikan proses sekularisasi ilmu dan kehidupan yang telah membawa kehancuran di dunia Barat, semuanya adalah hasil konspirasi Yahudi belaka, yang dirancang dan dilaksanakan dengan teliti dan teratur. Ia bukan sekadar satu proses sejarah yang biasa, seperti yang difahami selama ini.
Dalam suasana serba mundur inilah dunia Eropah mengadakan perhubungan ilmiah dengan dunia Islam, yang ketika itu sedang dalam zaman keagungannya. Melalui perhubungan baik secara aman mahupun secara peperangan, iaitu melalui Perang Salib (1095-1291), hasilnya dunia barat mual membuka mata, setelah tidur sekian lama. Kebangkitan Barat melalui proses yang cukup panjang dan berliku-liku. Namun arah perkembangannya tetap satu, iaitu suatu proses sekularisasi ilmu dan kehidupan, yang didalangi oleh kaum Yahudi dengan menggunakan pelbagai cara dan tipu muslihat. Sebenarnya pada awal Perang Salib inilah, iaitu pada tahun 1099 tertubuhnya gerakan Yahudi pertama, The Priory of Sion yang antara anggota-anggotanya ialah tokoh Rainasanse sendiri.
Pada peringkat awalnya kebangkitan Barat muncul melalui gerakan Ranaisans di Itali pada abad ke-15. gerakan pemulihan semula klasik Greek-Rumawi ini didokong oleh tokoh-tokoh yang bersemangat humanisme Kristian. Tetapi dalang sebenar dibelakangnya ialah gerakan Yahudi, The Priory of Sion yang antara tokoh utamanya ialah Leonardo da Vinci. Gerakan Ranaisans diikuti oleh gerakan Refomasi pada abad ke-16 yang melahirkan mazhab Protestan. Gerakan ini bukan sahaja dipimpin oleh tokoh-tokoh Yahudi seperti Martin Luther (1483-1546) dan John Calvin (1509-1564) bahkan di dokong oleh putera-putera raja di Benua Eropah.
Jika di suatu pihak proses sekularisasi ilmu dan kehidupan bergerak secara sederhana melalui gerakan Renaisans dan Reformasi, maka di pihak lain ia berjalan secara redikal melalui revolusi yang juga didalangi oleh golongan Yahudi. Yang terpenting sekali ialah Revolusi Sains yang berlangsung antara tahun 1500-1700, yang dirangcang dan dilaksanakan oleh puak Yahudi baik secara individu mahupun secara organisasi. Tokoh-tokoh yang menonjol dalam Revolusi Sains ini cukup banyak.cuma yang disebut di sini merupakan tokoh-tokoh utama yang ada hubungan keahlian dengan gerakan Yahudi baik secara langsung mahupun tidak langsung.
1. Copernicus (1473-1543) seorang ahli astronomi Poland, kemasyhurannya ialah pada gugatannya terhadap teori geosentrik oleh Aristotle dan Ptolemy, iaitu bumi sebagai pusat alam (earth-centred cosmos) di mana benda-benda langit semuanya berputar mengelilinginya. Tetapi bagi Conpernicus yang menyarankan teori heliosentrik, mataharilah yang sebenarnya pusat alam (sun-centred cosmos) iaitu bumilah yang berputar mengelilingi matahari.
2. Galileo Galilie (1546-1642) seorang profesor matematik dan astronomi Itali. Galileo telah berjaya menggugat teori kosmologi Aristotle yang menjadi pegangan gereja. Bagi gereja, teori bahawa bumi sentiasa bergerak adalah bertentangan dengan teori kestabilan bumi, yakni bumi yang tetap dan tidak bergerak seperti ajaran Bible. Galileo juaga berjaya membuktikan bahawa permukaan bulan dan matahari tidaklah seindah dan selicin seperti ajaran gereja,sebaliknya berbukit bukau dan bergunung ganang seperti juga permukaan bumi.
3. Francis Bacon (1561-1626) seorang tokoh falsafah. Mengenai Bacon, perbahasan tentangnya tidak dapat tidak harus dikaitkan dengan falsafah politik Plato dalam bukunya, Republik tentang konsep negara utama. Dalam karyanya The New Atlantis Bacon mengkhayalkan sebuah pulau impian yang ideal. Bacon lebih menekankan kemajuan sains sebagai ciri tamadun yang sebenar, iaitu melalui rekaan-rekaan baru, teknik-teknik saintifik, penemuan sebab-sebab penyakit dan pengubatannya untuk melanjukkan usia.
4. Renes Descartes (1596-1650), beliau dianggap sebagai pengasas falsafah Barat moden, dan tokoh rasionalis besar yang menggunakan kaedah matematik dan geometri analitik dalam analisisnya terhadap semua disiplin ilmu. Kemasyhurannya ialah pada falsafah sangsinya (Cartesian doubt) yakni bersikap ragu-ragu terhadap kewujudan semula sesuatu hingga kepada kewujudan diri sendiri. Hanya satu perkara sahaja yang tidak diragui, iaitu fakta bahawa dia sedang ragu-ragu dalam fikiranya.
5. Isaac Newton (1642-1727) merupakan seorang pakar optik dan matematik juga masyhur sebagai seorang ahli falsafah makanikal. Dalam bidang optik, beliau menemui sifat cahaya putih yang ada dalam pelangi itu sebenarnya merupakan gabungan tujuh warna sinar. Dalam bidang matematik sumbangannya yang utama ialah penciptaan kalkulus integral. Dan terutama sekali dalam bidang mekanik, namanya cukup terkenal sebagai penemu hukum graviti alam atau daya tarikan bumi dan planet-planet lain di alam semesta. Hasil daripada sumbangannya itu menjadikan bidang sains yang sebelumnya tidak tersusun lalu terbentuk sebagai suatu sistem hukum kesatuan (Unified system of laws) yang membolehkan kita membuat ramalan-ramalan sains yang tepat.
Seperti yang dinyatakan sebelumnya, disamping peranan secara individu proses sekularisasi yang dirancangkan oleh golongan Yahudi juga dijalankan melalui organisasi. Antara organisasi-organisasi yang terpenting sekali ialah The Rosicrucian (Rosy Cross), the Royal Society of London, Freemason,dan Illumunati. Mengenai kumpulan The Rosicrucian, ia berasaskan pemikiran esoterik Kristian Rosenkreutz lahir 1378 dan karya-krya seorang pengikut Martin Luther dari Jerman iaitu John Valentin Andreas (1589-1647). Kumpulan Rosy Cross (Order of The Rosy Cross) ini sebenarnya bergerak secara rahsia sebagai "Invisible College".oleh kerana hubungannya yang rapat dengan golongan Protestan lalu mereka diusir oleh kerajaan Jerman, dan dari situ mereka melarikan diri ke England. Di England inilah kumpulan Roscrucian, sejak tahun 1620an, bergerak secara rasmi walaupun masih sebagai Invisible College. Antara anggotanya yang terkenal ialah Francis Bacon dan Isaac Newton. Hasil daripada impian Francis Bacon dalam bukunya, The New Atlantis tersebut lalu tahun 1661 kolej rahsia Rosicrucian muncul dialam nyata dengan menggunakan nama The Royal Society of London di bawah naungan Raja Charles 11 (1660-1685). Isaac Newton menyertainya pada tahun 1703 sebagai fellow dan seterusnya sebagai presiden hingga meninggal dunia pada tahun 1727.
Mengenai kumpulan Freemanson pula , ia ditubuhkan secara rasmi di England pada tahun 1717, iaitu dengan tertubuhnya Grand Lodge yang pertama di London pada tahun tersebut. Sedangkan kumpulan Illuminati diasaskan oleh Adam Weishaupt (1748-1830) pada 1 Mei 1776.seorang tokoh besarnya ialah Albert Pike (1809-1891), seorang jeneral Amerika. Di smping kumpulan-kumpulan awal tersebut, pada tahun1884 kaum Yahudi menubuhkan gerakan Zionis yang diasaskan oleh Simha Binker dari Rusia.
Dengan tertubuhnya organisasi-organisasi Yahudi tersebut maka proses sekularisasi di Eropah menjadi lebih tersusun dan menyeluruh. Jika di satu pihak gerakan Yahudi bersifat elitisme dengan menumpukan perhatian terhadap persoalan ilmu dan sains, maka di pihak lain ia lebih meluas kepada persoalan ekonomi dan politik. Melalui kegiatan ekonomi misalnya mereka membantu menyemarakan Revolusi Industri (1760-1850) melalui peranan mereka sebagai pemodal, peminjam wang dan ahli-ahli perniagaan. Bagaimana yang lebih penting ialah peranan Yahudi dalam mencetuskan revolusi-revolusi politik di Eropah pada abad-abad ke 17, 18, 19 dan 20.
Demikianlah kita menyaksikan proses sekularisasi ilmu dan kehidupan yang telah membawa kehancuran di dunia Barat, semuanya adalah hasil konspirasi Yahudi belaka, yang dirancang dan dilaksanakan dengan teliti dan teratur. Ia bukan sekadar satu proses sejarah yang biasa, seperti yang difahami selama ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)