nuff

Cari laman web

Google

LAMAN UTAMA

Sifat Sabar

Sabar secara bahasa berarti menahan / mencegah diri. Sedangkan secara istilah syar'i sabar berarti menahan diri untuk tetap dalam ketaatan kepada Allah, menahan diri dari maksiat, menahan diri dari marah kepada takdir Allah, baik itu dengan lisan, hati maupun anggota badan. ( Syarah Aqidah washitiyah hal 262, Muhammad bin Shalih 'Utsaimin).
Secara berurutan, sabar yang paling utama adalah sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah ta'ala , kemudian kesabaran dalam menjauhi maksiat, dan tingkatan ketiga adalah sabar dalam menghadapi musibah. Dalam melakukan maksiat dan ketaatan, seseorang bisa memilih, apakah dia mau melanjutkan untuk taat dan meninggalkan maksiat, ataukah menyimpang dari jalur ketaatan. Berbeda dengan sabar terhadap takdir Allah, seseorang tidak dapat memilih, sehingga baik dia sabar maupun tidak sabar, dia tetap mendapatkan musibah itu, karena sudah merupakan ketetapan Allah.
Imam Ahmad berkata "Laki-laki ini dizhalimi oleh penguasa kemudian dia memberi seruan kepadanya (demonstrasi)." Imam Ahmad berkata, bahwa yang demikian itu menyelisihi makna kesabaran yang diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam terhadap penguasa. Jika dia bersabar dia tidak berdemonstrasi.
Dan tidak termasuk di dalam sikap sabar jika seseorang tidak membalas gangguan orang lain karena dia tidak mampu / lemah. Seseorang baru disebut bersabar ketika dia mampu membalas gangguan orang lain tetapi memilih untuk tidak membalas karena bersabar.
Keutamaan Sabar
Sabar merupakan teman setia kemenanganSebagaimana disebutkan dalam hadits ke 19 pada hadits Arba'in An Nawawiyah:
عن أبي العباس عبد الله بن عباس رضي الله عنهما قال: كنت خلف النبي صلى الله عليه وسلم يوما, فقال: يا غلام إني أعلمك كلمات: احفظ الله يحفظك, احفظ الله تجده تجاهك, .... [رواه الترمذي وقال: حديث حسن صحيح وفي رواية غير الترمذي: احفظ الله تجده أمامك, تعرف إلى الله في الرخاء يعرفك في الشدة, واعلم أن ما أخطأك لم يكن ليصيبك, وما أصابك لم يكن ليخطئك, واعلم أن النصر مع الصبر, وأن الفرج مع الكرب وأن مع العسر يسرا
Dari Abu Al 'Abbas,' Abdullah bin 'Abbas, mengatakan: Aku pernah membonceng di belakang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam . Kemudian beliau berpesan, "Wahai anakku, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjaga kamu. Jagalah Allah, niscaya kamu akan menemukan Dia di hadapanmu ... " (HR. Tirmidzi, ia telah berkata, Hadits ini hasan, pada lafazh lain hasan shahih. Dalam riwayat selain Tirmidzi: "Hendaklah kamu selalu mengingat Allah, pasti kamu menemukan-Nya dihadapanmu . Hendaklah kamu mengingat Allah di waktu lapang (senang), niscaya Allah akan mengingat kamu di waktu sempit (susah). Ketahuilah bahwa apa yang semestinya tidak menimpa kamu, tidak akan menimpamu, dan apa yang semestinya menimpamu tidak akan terhindar darimu. Sungguh petolongan bergabung kesabaran dan sesungguhnya kesenangan menyertai kesusahan dan kesulitan ".
Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Syaikh menjelaskan hadits ini,
Bantuan merupakan sesuatu yang dicari, maka sabar menjadi kunci untuk mendapatkannya. Karena sabar merupakan tahapan yang wajib dilalui. Ketika seseorang tertimpa musibah maka dia wajib bersabar karena itu merupakan perintah Allah kepada setiap orang. Maksud dari kata "dia wajib bersabar", yaitu ia menahan lisannya dari mengeluh, menahan hatinya dari marah dan menahan anggota tubuhnya untuk melakukan kemaksiatan yang dilarang, seperti memukul-mukul pipi, merobek baju saat tertimpa musibah kematian dan lainnya. Maka dari itu Allah memerintahkan kita untuk memohon pertolongan dalam setiap hal dengan sabar dan shalat sebagaimana firman Allah berikut ini:
واستعينوا بالصبر والصلاة وإنها لكبيرة إلا على الخاشعين (45)
"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu. (Qs Al Baqarah: 45)
Sabar adalah cahaya
عن أبي مالك الحارثي ابن عاصم الأشعري رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
الطهور شطر الإيمان, والحمد لله تملأ الميزان, وسبحان الله والحمد لله تملأ - أو تملآن - ما بين السماء والأرض, والصلاة نور, والصدقة برهان, والقرآن حجة لك أو عليك. كل الناس يغدو فبائع نفسه فمعتقها أو موبقها [رواه مسلم]
Dari Abu Malik, Al Harits bin Al Asy'ari berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda "Suci itu sebagian dari iman, (bacaan) Alhamdulillaah memenuhi timbangan, (bacaan) subhaanallaah dan Alhamdulillaah keduanya memenuhi ruang yang ada di antara langit dan bumi . Shalat itu adalah nur (cahaya), sedekah adalah pembela, sabar adalah sinar, dan Al-Qur'an menjadi pembelamu atau akan menuntutmu. Setiap manusia bekerja, lalu dia menjual dirinya, kemudian pekerjaan itu dapat menyelamatkannya atau mencelakakannya ". (HR. Muslim)
Imam Nawawi dalam menjelaskan hadits ini mengatakan bahwa:
Sabar merupakan sifat yang terpuji. Yaitu kesabaran untuk ta'at kepada Allah dan terhadap tes dan cobaan dunia. Makna dari sabar adalah sinar, pelakunya senantiasa berada dalam kebenaran.
Ibnu 'Utsaimin menjelaskan tentang makna " dhiyaa-un "sebagaimana yang terdapat dalam ayat berikut:
هو الذي جعل الشمس ضياء والقمر نورا وقدره منازل لتعلموا عدد السنين والحساب ما خلق الله ذلك إلا بالحق يفصل الآيات لقوم يعلمون (5)
"Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. "(Qs Yunus: 5)
Yaitu sabar itu seperti halnya cahaya matahari, yang memberikan penerangan dan energi panas, tidak seperti bulan yang hanya memberikan penerangan saja.
Allah bersama orang - orang yang sabar
يا أيها الذين آمنوا استعينوا بالصبر والصلاة إن الله مع الصابرين (153)
"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (Qs Al Baqarah: 153)
Kebersamaan Allah ada dua macam, yaitu: kebersamaan umum dan khusus. Kebersamaan umum, maksudnya bahwa Allah bersama para makhluk baik yang mukmin, kafir, fasik, maupun musyrik, baik manusia maupun hewan, tumbuhan dan sebagainya. Kebersamaan umum ini dalam hal ilmu, kehendak, Allah melihat, Allah mendengar, Allah mengatur mereka dan lain sebagainya, yang berkaitan dengan sifat rububiyah Allah.
Sedangkan yang dimaksud kebersamaan Allah yang bersifat khusus adalah pertolongan Allah dan kekuatan yang Allah berikan kepadanya.
Dalam ayat di atas, kebersamaan yang dimaksud adalah kebersamaan khusus. Bahwa orang-orang yang sabar itu Allah bersamanya, mengawasinya dan menolong serta menambah kekuatannya.
Dengan memahami hal ini, maka bertambahlah iman kita kepada Allah, bahwa pengawasan Allah meliputi segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang dapat luput dari-Nya selamanya. Keimanan yang demikian mewajibkan untuk kita untuk lebih menyempurnakan kedekatkan diri kepada Allah, dengan tetap pada ketaatan, menjauhi maksiat, tidak berpaling ketika Allah memerintahkan kita terhadap sesuatu dan tidak melanggar kepada apa yang Allah larang. Inilah buah dari keimanan terhadap sifat kebersamaan Allah.
Sabar adalah akhlaq para nabi dan rasul
وإسماعيل وإدريس وذا الكفل كل من الصابرين (85)
"Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. "(Qs Al Anbiya ': 85)
Maka sudah selayaknya kita meniru akhlak mereka, mereka adalah orang - orang yang dekat dengan Allah dan ayat ini merupakan dalil penguat untuk para da'iyah ilallah (penyeru agama Allah) untuk menjadikan sabar sebagai senjatanya dalam menghadapi masyarakat yang didakwahinya. Sebagaimana nabi Nuh yang berdakwah selama 950 tahun dan hanya mendapat beberapa pengikut.
Sabar merupakan tahapan terakhir untuk seseorang dalam berislam.
والعصر (1) إن الإنسان لفي خسر (2) إلا الذين آمنوا وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر (3)
"Demi masa (1), sesungguhnya manusia itu benar - benar dalam kerugian (2) kecuali orang - orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran" (Qs Al 'Ashr: 1-3 )
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab mengatakan dalam kitab tsalaatsatul ushulnya : ketahuilah bahwasanya wajib bagi kita untuk berilmu kemudian beramal dengan ilmu agama yang telah kita ketahui dan kemudian mendakwahkannya kepada manusia dan yang terakhir bersabar terhadap cobaan yang menimpa ketika manusia tidak mau menerima dakwah kita atau bahkan menentangnya . Karena setiap muslim yang berada pada dakwah kepada agama Allah maka pastinya akan mendapat cobaan dari apa yang ia jalani tersebut.
Sabar merupakan kebaikan bagi seorang mukminDari Abu Yahya, yaitu Shuhaib bin Sinan radhiyallahu 'anhu , katanya: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Amat mengherankan sekali keadaan orang mu'min itu, sesungguhnya semua kondisinya itu adalah merupakan kebaikan baginya dan kebaikan yang sedemikian itu tidak akan ada lagi seorangpun melainkan hanya untuk orang mu'min itu belaka, yaitu ketika ia mendapatkan kelapangan hidup, iapun bersyukur, maka hal itu adalah kebaikan baginya, sedang saat ia ditimpa oleh kesulitan - yakni yang merupakan bencana - iapun bersabar dan hal inipun adalah merupakan kebaikan baginya. " (HR. Muslim) Mengapa dikatakan bersabar merupakan kebaikan bagi seorang muslim? Karena Allah memberi ganjaran kepada orang - orang yang bersabar dan mengampuni dosa - dosa mereka. Sebagaimana yang firman Allah ta'ala
إلا الذين صبروا وعملوا الصالحات أولئك لهم مغفرة وأجر كبير (11)
"Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal saleh; mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar." (Qs. Hud: 11)
Sabar itu tidak ada batasnya
Para ulama mengatakan bahwa: الصبر لا يحد "Sabar itu tidak ada batasnya", karenanya pahalanya pun tanpa batas. Dalilnya adalah firman Allah berikut ini:
قل يا عباد الذين آمنوا اتقوا ربكم للذين أحسنوا في هذه الدنيا حسنة وأرض الله واسعة إنما يوفى الصابرون أجرهم بغير حساب (10)
"Katakanlah: 'Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. '"(QS. Az-Zumar: 10)
Pahala sabar adalah pahala yang tanpa batas, menurut As Sa'di: yang dimaksud tanpa batas disini adalah tanpa ada batas akhir / tepi, tidak dihitung dan tidak diukur. Maka tentu saja kesabaran juga tanpa batas.
Kesalahan sebagian orang menganggap bahwa sabar itu ada batasannya, maka bantahannya adalah surat Az Zumar tersebut. Namun jika kita menghadapi seseorang yang mengganggu terus menerus, bisa dianggap itu adalah orang yang fasik. Maka kita diperintahkan untuk menjauhi mereka atau berlepas diri dari mereka.
Sifat sabar itu diusahakan, tidak datang dengan sendirinya
Dari Abu Said yaitu Sa'ad bin Malik bin Sinan al-Khudri radhiallahu 'anhuma bahwasanya ada beberapa orang dari kaum Anshar meminta - sedekah - kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam , lalu beliau memberikan sesuatu pada mereka itu, kemudian mereka meminta lagi dan beliau pun memberinya pula sehingga habislah harta yang ada di sisinya, kemudian setelah habis membelanjakan segala sesuatu dengan tangannya itu beliau bersabda:
"Apa saja kebaikan - yakni harta - yang ada di sisiku, maka tidak sekali-kali akan kusimpan sehingga tidak kuberikan padamu semua, karena sudah habis, maka tidak ada yang dapat diberikan. Barangsiapa yang menjaga diri - dari meminta-minta pada orang lain, maka akan diberi rezeki kepuasan oleh Allah dan barangsiapa yang merasa dirinya cukup maka akan diberi kekayaan oleh Allah - kaya hati dan jiwa - dan barangsiapa yang berusaha berlaku sabar maka akan dikarunia kesabaran oleh Allah . Tidak ada seorangpun yang dikaruniai suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas kegunaannya - dari karunia kesabaran itu. " ( Muttafaq 'alaih ).
Di dalam hadits ini dikisahkan ada beberapa peminta - minta, dan sering sekali mereka meminta sedekah kepada Rasulullah. Sampai akhirnya Rasulullah tidak punya apa - apa. Maka Rasulullah menasehati mereka untuk meminta kepada Allah kesabaran. Dan beliau mengatakan bahwa kesabaran adalah pemberian yang paling berguna. Dalam hadits ini pula diajarkan bagaimana akhlaq terhadap peminta - minta.
Sebagai seorang hamba tentunya kita sangat butuh terhadap sifat sabar ini, karena dengan sifat tersebut ibadah kita akan semakin sempurna. Tidaklah kita dapat istiqomah dalam ketaatan kecuali dengan sabar, tidaklah kita selalu dalam kebenaran kecuali dengan sabar menjauhi kemaksiatan, tidaklah kita tetap dalam keimanan kecuali dengan sabar menghadapi takdir.
*** muslimah.or.id Penulis: Ummu Shalihah Nadiyah El Karim Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits.
Maraji ':
- Syarhu al Arba'in An Nawawiyah, Daarul Mustaqbal.
- Syarhu Al 'aqiidatu Al washitiyyah, Daarul' aqiidah.
- Shoftware: Salafi db 4.0
- Taisiru Al Kariimu AR RAHMAANU, Syaikh Abdurrahman As Sa'diy, Daaru Ibnu Hazm
- Rekaman kajian bedah buletin At-Tauhid
silakan share semoga bermanfaat dan menginspirasi 
serta menjadi renungan bagi sahabat yang lainnya.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...